7 Sep 2012

0 Pengalaman Lucu Para Praktisi Ruqyah

Pada artikel kali ini, kami akan menuliskan beberapa pengalaman lucu para praktisi Ruqyah. Insya Allah, seiring waktu artikel ini akan kami update jika kami menemukan kesaksian lainnya. Atau jika para pembaca punya pengalaman lucu yang berkaitan dengan Jin, silahkan ditambahkan di kolom komentar.

Berikut ini adalah pengalaman dari Ustad Abdul Raouf Ben Halima, seorang praktisi dan peneliti Ruqyah di Eropa yang kini telah membuka balai ruqyah syar'iyah di 20 negara bersama praktisi-praktisi lainnya.

Smartphone for Smart Jinns
Pernah ketika kami melakukan "Jinn capture", sebuah ponsel berdering dan jin itu berkata: "Apa itu?". Aku berkata: "Ini adalah smartphone, telepon kecil yang dikembangkan manusia untuk bicara dari jarak yang jauh." 


Dia berkata, "Aah bagus?! Apakah kami bisa memilikinya?". Aku berkata, "Emm, kalian para jin tidak akan membutuhkannya. Karena jika kalian mau berbicara dengan seseorang, bukankah kalian bisa bergerak sekejap dan berbicara dengannya secara langsung." Dia berkata: "Aah, oke."

Yang Terkuat
Seekor Jin membuat ulah di Dakar. Kami bacakan ayat, menjelaskan neraka, negosiasi, tapi dia tetap keras kepala. Dia mulai berkata, "Aha lihat! Aku kuat! Kau sudah membaca Al-Quran, aku bertahan! Kau tunjukkan neraka, aku bertahan! Kau mencoba untuk mempengaruhiku, aku menolak!" 

Lalu karena memang kami sudah lelah, aku berkata padanya: "Baiklah, kau bilang dirimu kuat, tapi kau bahkan tidak mampu menjadi Muslim!". Dia berkata, "Apa? Tidak mampu?". Aku berkata, "Ya, banyak dari para Jin kecil yang mampu masuk Islam. Tapi kau bahkan tidak mampu menjadi Muslim! ". Dia berkata: "Apa? Jangan bicara sembarangan kau". 

Aku berkata, "Itu benar, Kau bahkan bukan seorang pria! Kau tak punya apa-apa di dalam celanamu! Kau tidak bisa menjadi Muslim! ". Dia mengatakan: "Itu tidak benar, berhenti mengatakan itu! ". Aku berkata: "Memang begitu. Tak ada pentingnya aku bicara padamu, biar anak-anak kecilku saja yang membereskanmu". 

Lalu aku berdiri, dan dia berseru: "Tidak, jangan pergi, saya juga bisa masuk Islam, asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah!". Dan kami pun jatuh terpingkal-pingkal di tanah.

Devil's Advocate
Pernah ketika di Khorogo dengan izin Allah kami mendatangkan seekor kepala suku Jin. Dia datang dan mulai berkata, "Dasar kalian kriminal! Kalian sudah membunuh ribuan Jin dan dalam beberapa detik!" (Ini terjadi sebelum kami menemukan bahwa Al-Qur'an berpengaruh langsung pada jin dan kita bisa mengislamkan jin dengan ayat Al Qur'an). "Kalian mengatakan masuk Islam atau mati! Bukankah Islam mengatakan Laa ikraha fid diin?" (Tidak ada paksaan dalam agama). 

Saya berkata padanya: "Kami membunuh anda bukan karena anda menolak menjadi seorang Muslim. Tapi karena anda ini penjahat. Anda bekerja untuk tukang sihir. Anda merusak kehidupan masyarakat. Sekarang, anda telah tertangkap. Kami berhak membunuh anda tanpa membacakan apa kejahatan yang anda lakukan. Tapi karena kami baik, bahkan sangat baik, maka kami menawarkan solusi : Yaitu anda menjadi Muslim. Kita menjadi saudara dan hentikan semua yang sudah kau lakukan. Jika tidak, kami akan membunuh anda karena kejahatan anda." 

Dia mengatakan: "Tapi apa urusannya dengan anda? Kenapa anda ikut campur? Itu urusan kami dengan mereka!". Aku berkata, "Tapi ketika polisi menangkap perampok, apakah mereka mengatakan, sudahlah, kita tidak berurusan dengan mereka, kita biarkan dia bebas, memperkosa dan membunuh orang??  Tidak, polisi ada untuk melindungi orang-orang. Dan kami juga ada untuk membantu orang-orang.

Dia berkata, "Oke, bagaimanapun aku sudah diikat begini. Aku tidak terima, aku punya harga diri, aku lebih suka mati. Bunuh aku! Bunuh aku!". Saya berkata, "Begini saja, kita akan lupakan segala urusan kejahatan dan ilmu sihir yang membuatmu kami tangkap. Hanya cukup dengan anda menjadi Muslim. Bukankah itu  menarik?". 

Dia berkata: "Ah, perjanjian! Ah, itu baru menarik!". Lalu kami berbicara sedikit dan akhirnya dia bertobat.

Jin Yang Bijaksana
Saya pernah berdebat dengan Jin yang begitu bijaksana, sangat terpelajar, sehingga dia memiliki jawaban untuk semua argumen saya, begitu pula kekuatan dan usianya. Saya berkata, "Kamu benar-benar kuat, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tapi ada satu hal yang saya tidak mengerti. Mengapa Jin yang bijaksana, cerdas dan tangguh seperti anda mau bekerja pada mahluk idiot seperti Iblis?" 

Itu menggoyahkannya, dan dia berkata: "Tidak, jangan katakan itu!". Aku berkata, "Aku hanya ingin tahu, aku tidak mengerti.". Dan dia tidak tahu harus berkata apa, sehingga akhirnya dia bertobat.

Sumber : http://benhalimaabderraouf.fr/index.php/roqya/betisier


Kunjungi Artikel Yang Terkait :
Pengalaman Lucu Para Praktisi Ruqyah
Harut Dan Marut, Dua Malaikat Yang Mengajarkan Sihir di Babilonia 
Ruqyah, Dialog Dengan Jin, dan Cara Mengalahkan Sihir

kaumseni backlink indonesia Malaysia Free Backlink ServicesFree Promotion LinkFree Smart Automatic BacklinkMAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service
Comments
0 Comments

0 comments:

Poskan Komentar

Berikan komentar anda

Followers

Komentar Terkini

Make Your Own by Judhazt KASKUS
 

www.islamperspektif.blogspot.com Copyright © 2009 - |- Created by O Judhazt Kaskus - |- Visit My Youtube Channel