7 Agt 2015

0 Assassin : Sejarah Doktrin Terorisme dan Perusakan Agama Samawi

ASSASSIN'S CREED
Jika anda membaca artikel ini, kemungkinan besar anda adalah seorang Games antusias. Yup benar sekali, Assassin’s Creed adalah sebuah judul game besutan Ubisoft yang sukses membawa perusahaan itu meraup untung puluhan juta dollar dalam waktu singkat. Game ini pula yang telah membuat para gamer mengenal keberadaan Assassin, sebuah organisasi gelap yang aktivitasnya berpusat di sekitar pembunuhan, konspirasi, kudeta, dan peperangan. Meski game ini merupakan sebuah kisah fiksi, namun sebagian paparan dari game tersebut memang didasarkan pada fakta.

Kami pun salah satu penggemar game ini. Dan ketika kami melakukan surfing Internet tentang latar belakang kisah game ini, tanpa sengaja kami menemukan sejumlah fakta unik dalam sejarah terutama yang terkait dengan Agama Samawi. Dari fakta-fakta ini kami melihat beberapa pola yang mirip dan berulang pada kurun waktu tertentu. Sehingga kami berkesimpulan bahwa berbagai kejadian sejarah tersebut sepertinya saling terhubung dan didalangi oleh kelompok yang sama selama ribuan tahun.

Sebagai contoh pola yang sama terjadi kepada umat dua nabi terakhir, yaitu Isa as. (Yesus), dan Muhammad saw. Kami ringkas sebagai berikut.
  1. Sepeninggal Isa Al Masih -->Muncul Nabi-nabi palsu --> Pembunuhan Para murid --> Umat Nasrani Terpecah belah (Diawali dengan kubu Unitarian vs Trinitarian)
  2. Muhammad saw. wafat --> Muncul Nabi-nabi palsu --> Pembunuhan para khalifah --> Umat Islam terpecah belah (Diawali dengan kubu Sunni vs Syi’ah)

Ada kemiripan pada strategi yang digunakan untuk memecah belah agama samawi ini. Yaitu khultus terhadap individu, atau pengagungan secara berlebihan terhadap seseorang sehingga menjadi sebuah mitos. Mitos inilah yang kemudian digunakan untuk menciptakan sebuah dogma alternatif yang selanjutnya akan menimbulkan konflik dengan dogma asli. Pola ini sepertinya mulai muncul sepeninggal Nabi Sulaiman, yang mengakibatkan terbuangnya Bani Israel ke negeri Babilon. Namun Kami belum sempat melacak fakta-fakta sejarah yang mendukung pengamatan ini. Insya Allah di lain waktu akan kami lengkapi.

Artikel ini kami buat dengan menyadur berbagai tulisan di berbagai blog atau website, dan kami berusaha menyusunnya agar menarik untuk dibaca. Di akhir tulisan ini akan kami sertakan sumber-sumber yang kami jadikan referensi. Kami berharap melalui artikel ini, pembaca dapat menemukan lebih banyak lagi pola-pola kejadian sejarah yang mungkin belum kami temukan, dan mensharingnya dalam tulisan anda sendiri.  Selamat Membaca.
-By Judhazt Kaskus-


Old Man of the Mountain

Freya Stark, seorang wartawati Inggris berdarah campuran Perancis-Italia, ketika menjabat sebagai Staf Redaksi Baghdad Times di Baghdad, Irak, banyak melakukan perjalanan jurnalistiknya. Perempuan yang menguasai bahasa Arab dan Parsi ini atas izin Shah Iran di tahun 1930-1931 mengunjungi sisa-sisa Benteng Alamut di Persia. Stark merupakan perempuan asing pertama yang menjejakkan kakinya di wilayah bekas pusat kekuasaan kaum Assassins ini.

Stark membuat peta baru yang terperinci atas wilayah tersebut dan catatan perjalanannya menjadi sebuah buku yang sangat menarik berjudul “The Valley of the Assassins”. Dalam bukunya, Stark menulis tentang latar belakang dan perkembangan kelompok Assassins. Stark berpedoman kepada literatur-literatur tertua dalam Dunia Islam.

“Assassins itu sebuah sekte Parsi. Cabang dari aliran Syiah Ismailiyah, yang mengkultuskan Ali bin Abi Thalib, menantu Nabi Muhammad, beserta Imam-Imam turunan dari garis Ali, ” demikian Stark (hal. 159).

Aliran Ismailiyah memisahkan diri dari aliran-aliran lainnya sepeninggal Imam ke-7, Imam Jafar al-Shadiq. Walau mengaku sebagai Syiah dan pengikut Ali, namun berlainan dengan aliran lainnya, maka Assassins tidak mewajibkan shalat, puasa, zakat, dan sebagainya. Pandangan ‘keagamaan’ Assassins juga unik karena lebih condong kepada Komune (pada abad ke-20 dikenal sebagai paham Komunisme)—penyamarataan sosial. Bahkan di dalam beberapa ritual religinya, Assassins juga melakukan ritus-ritus yang kerap ditemukan pada pengikut paganisme-Kabbalah. Seperti halnya ritus di dalam Taman Alamut yang nyaris serupa dengan ritus pesta seks Caligula atau Nero di zaman Romawi.

Tulisan Stark yang dikutip oleh Joesoef Sou’yb dalam ‘Sejarah Daulat Abasiah’ Jilid III (Bulan Bintang, 1978) menyatakan, “Kelompok Assassins dipimpin oleh sebuah keluarga Persia yang kaya raya namun gila perang. Mereka itu menyerahkan hidupnya untuk merongrong dan menghancurkan secara berangsur-angsur terhadap segala jenis keimanan Islam dengan suatu sistem pentahbisan (inisiasi) secara halus dan pelan-pelan, melalui beberapa tahap (marhalah), menusukkan kesangsian-kesangsian terhadap agama Islam, hingga kemudian si anggota menjadi seseorang yang mendewa-dewakan pemikiran bebas dan bersikap bebas pula (liberal). ” (hal. 61)
Ke dalam agama Yahudi yang sesungguhnya memiliki Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa as., kaum Kabbalah ini menyisipkan ayat-ayat palsu sehingga Taurat menjadi rancu dan berantakan. Lantas kaum Kabbalah ini membuat satu kitab yang dikatakan sebagai ‘titah Tuhan kepada Nabi Musa yang tidak tercatat’ (seperti halnya Hadits Qudsi di dalam agama Islam, hanya saja Hadist Qudsi merupakan sesuatu yang benar berasal dari Allah SWT), yang disebutnya sebagai Kitab Talmud. Kitab Talmud ini pun akhirnya menjadi ‘lebih suci dan tinggi’ ketimbang Taurat, sehingga kaum Yahudi ini menjadi kaum yang dimurkai Allah SWT.

Ke dalam agama Nasrani, kaum Kabbalah memasukkan seorang Yahudi-Talmudian bernama Paulus dari Tarsus. Paulus ini yang tidak pernah bertemu dengan Yesus karena zaman kehidupannya jauh berbeda, membuat Kitab Perjanjian Baru, yang disebutkan sebagai penggenapan Bibel Perjanjian Lama (Taurat). Ke dalam Perjanjian Lama pun-seperti halnya Taurat Musa disisipkan ayat-ayat palsu sehingga mustahil untuk kita menemukan mana yang asli dan mana yang tidak.

Lalu ke dalam agama Islam, kaum Kabbalah ini memasukkan seorang Yahudi juga yang berpura-pura sebagai orang Islam bernama Abdullah bin Saba. Abdullah bin Saba inilah yang memecah umat Islam ke dalam dua kutub besar yakni Sunni dan Syiah, sesuatu yang tidak ada saat Rasulullah SAW masih hidup.

Sesuatu yang bukan kebetulan, ujar Stark, bahwa keluarga Persia tersebut memusatkan aktivitasnya di Mesir atas nama Dinasti Fathimiyah. Mesir sejak zaman purba merupakan salah satu pusat berkembangnya ajaran Kabbalah.

Salah satu tonggak Kabbalah di Mesir Kuno adalah di masa kekuasaan para Firaun, yang berkuasa ditopang oleh “Dua Kaki” yakni Militer dan Penyihir. Di masa Nabi Musa as., para penyihir ini sebagian ada yang meninggalkan ajaran Kabbalah dan kembali ke Islam. Namun Dewan Penyihir Tertinggi (Majelis Ordo Kabbalah) tetap memusuhi Nabi Musa a. S dan menyusupkan seorang anggotanya ke dalam umatnya Nabi Musa untuk memalingkan kaumnya dari ketauhidan. Al-Qur’an mencatat orang yang disusupkan itu bernama Samiri.

Di Mesir, cikal bakal Assassins ini menyusup ke semua lini dan menguasai posisi-posisi penting. Salah seorang dai Ismailiyah yang berasal dari kota Rayy di Persia bernama Hassan al-Sabbah muncul sebagai tokoh di Mesir. Hassan al-Sabbah inilah yang kemudian mendirikan sekte Assassins dan memegang jabatan sebagai Pemimpin Agung yang pertama dari kelompok tersebut (The First Grandmaster of the Assassins).

Kharisma dan kebrutalan Hassan al-Sabbah menjadikannya dai yang amat disegani. Ia kemudian menciptakan ideologi bagi kelompoknya sendiri, melaksanakan pelatihan-pelatihan militerisme dan intelijen secara sembunyi-sembunyi, dan sebagainya.

“Ia menciptakan suatu penemuannya sendiri, membawa ide baru ke dalam dunia politik pada masanya itu. Prinsip pembunuhan yang cuma karena haus darah telah dikembangkannya menjadi satu alat politik berasaskan sumpah, ” tulis Sou’yb. Dan tentu saja, proyek-proyek pembunuhan diam-diam terhadap lawan-lawan politik pihak yang memesannya telah menjadi ladang usaha yang sangat menguntungkan. Assassins pun menangguk keuntungan material yang sangat besar dari usahanya.

The Secret Garden atau Taman Rahasia yang terletak di tengah Benteng Alamut di Persia, merupakan tempat inisiasi para anggota baru yang kisahnya telah dipaparkan di atas. Ritual yang dilakukan Assassins di Taman Rahasia tersebut mirip dengan yang dilakukan para Templar di Rosslyn Chapel atau di kuil-kuil mereka, yakni berakhir dengan pesta seks yang disebutnya sebagai penyatuan suci menuju Tuhan.

Hassan al-Sabbah merupakan pendiri sekaligus Grandmaster Assassins. Hasan berasal dari daratan Persia. Ferdinand Tottle dalam bukunya berjudul Munjid fil Adabi (1956) menulis bahwa Hassan dikirim oleh Ibnu Attash di tahun 1072 M ke Mesir untuk menemui Khalif al-Muntashir dari Daulah Fathimiyah yang beraliran Syiah. Mesir kala itu dikuasai kelompok syiah, di mana Perguruan Tinggi Al-Azhar merupakan lembaga pendidikan ternama kaum Syiah. Hasan menuntut pendidikan di lembaga tersebut.

Sepuluh tahun kemudian, dalam usia ke-31, Hasan kembali ke Persia. Ketika Ibnu Attash wafat, Hassan menggantikan kedudukannya. Sebelum Hassan kembali ke Persia, Assassins masih menjadi gerakan bawah tanah yang belum berani menampakkan diri di atas permukaan. Dan ketika Hassan telah kembali, maka Assassins baru menampakkan diri sebagai satu gerakan dalam Sekte Syiah Ismailiyah yang beda dengan sekte-sekte lainnya. Assassins sebenarnya bukan hanya beda di permukaan, tapi memiliki perbedaan secara substansial dan doktrinal. Secara akidah sebenarnya Assassins tidak lagi bisa dipandang sebagai bagian dari kaum Muslimin karena mereka tidak mewajibkan sholat, zakat, dan puasa, sesuatu yang sangat esensial di dalam Islam.
Sekembalinya Hassan ke Persia, gerakan Assassins mulai memperluas pengaruhnya ke seluruh penjuru Persia dengan merebut wilayah-wilayah strategis. Wilayah Iran Utara sampai pesisir Laut Kaspia, yang sejak zaman Romawi banyak berdiri kota-kota benteng menjadi sasaran utama. Beberapa kota benteng yang kokoh berdiri di antaranya Alamut, Girdkuh, dan Lamiasar berhasil dikuasai. Benteng Alamut merupakan benteng terkuat karena berdiri di atas puncak pegunungan di mana hanya ada satu jalan untuk keluar dan masuk, itu pun sangat sulit dan terjal. Di dalam benteng yang merupakan peninggalan dari Kaisar Romawi Trajanus (98-117M) terdapat ruangan-ruangan yang membingungkan dan sebuah taman rahasia di tengahnya, di mana tidak setiap orang bisa mengaksesnya. Oleh Hassan al-Sabbah, Benteng Alamut digunakan sebagai markas besar kelompok tersebut.

Dari Alamut inilah kelompok Assassins menyebarkan teror ke seluruh lapisan kerajaan, baik dari pihak Syiah maupun lawannya Sunni-Abasiyah dan Seljuk. Masa-masa itu dikenal sebagai masa The Great Terror. Kekuatan Assassins ini demikian melegenda hingga menjadi pembicaraan kaum Salib Eropa.

Catatan Pengelana Eropa

Istilah Assassin kemudian mulai populer saat terjadinya perang Salib, dan di Barat kata ini dibawa oleh Marco Polo, serta dipopulerkan oleh Edward Burman (1987) dan Bernard Lewis. Dalam sejarahnya, hasyasyin merupakan satu kelompok sempalan dari sekte Syiah Ismailiyyah. Hitti dalam bukunya tidak menyebutkan kata Assassins, tetapi Hasyasyin.

Marco Polo, pelaut ternama dari Venesia pada tahun 1271-1272 melintasi daerah Alamut, sebuah benteng besar di atas karang yang sangat kuat dan memiliki taman yang sangat indah di dalamnya, di wilayah Persia. Dalam catatannya tentang Benteng Alamut dan aktivitas sekte Syiah pimpinan Hasan al-Sabbah, yang diistilahkan oleh Marcopolo sebagai kaum Assassins, pelaut Italia ini menulis:

“…Beberapa pemuda yang berumur duabelas hingga duapuluh tahun yang memiliki semangat tarung yang tinggi, dibawa masuk ke dalam taman yang berada di tengah-tengah benteng. Mereka dibawa masuk bergiliran, sekitar empat, enam, atau sepuluh pemuda. Sebelumnya, mereka disuguhi minuman keras dan candu yang membuat mereka mabuk berat atu tertidur pulas. Baru setelah itu mereka diangkat dan dipindahkan ke dalam taman.

Ketika bangun, para pemuda itu mendapati dirinya berada di tengah taman yang sangat indah. Mereka dikelilingi para gadis-gadis perawan yang mengenakan pakaian sungguh menggoda. Para gadis itu menghibur, merayu, dan melayani keinginan para pemuda tersebut. Mereka sungguh-sungguh dimanjakan. Para pemuda itu menyangka mereka sedang berada di surga. Sehingga ketika Hasan al-Sabbah sebagai pimpinan tertinggi Hashyashyin memberi tugas atau perintah kepada mereka maka mereka akan dengan senang hati akan melaksanakannya.

“Surga” yang sangat indah telah menantikan para pemuda tersebut jika tugasnya selesai. “Saat kau kembali, bidadari-bidadariku akan membawamu ke surga. Dan jika pun kau mati, kau pun akan pergi juga ke surga, ” ujarnya. Penggunaan candu atau Hashyishy inilah yang oleh Marcopolo, kelompok ini disebut kaum Hashyashyin.
Dalam berbagai upayanya untuk mencapai tujuan, mereka menggunakan pisau-pisau belati yang indah, yang menjadikan pembunuhan sebagai seni. Organisasi rahasia mereka, yang didasarkan atas ajaran Ismailiyyah, mengembangkan agnostisisme yang bertujuan untuk mengantisipasi anggota baru dari kekangan ajaran, mengajari mereka konsep keberlebihan para nabi dan menganjurkan mereka agar tidak mempercayai apa pun serta bersikap berani untuk menghadapi apa pun. Di bawah mahaguru ada tingkatan guru senior yang masing-masing bertanggung jawab atas setiap daerahnya. Di bawahnya, ada dai-dai biasa, sedangkan tingkatan yang paling rendah adalah para fida’i yang selalu siap sedia melaksanakan setiap perintah sang Mahaguru (syekh, the elder, orang tua) (Philip K. Hitti, 2010: 565).

Hasyasyin juga cukup dikenal di dunia Barat. Persentuhannya dengan Barat, menurut Lewis, dimulai ketika belati mereka tertancap pada Conrad of Montferrat, raja kerajaan Latin Yerusalem. Pembunuhan tersebut, menurut Lewis, menimbulkan kesan yang mendalam pada para pasukan perang salib, dan mayoritas kronikus perang salib III mempunyai pengungkapan sesuatu mengenai sekte yang menakutkan tersebut, dan keyakinan serta cara-caranya yang aneh, serta pemimpin mereka yang mengagumkan.

Dia memikat mereka juga dengan cara yang aneh, seperti memberi harapan-harapan, janji-janji kesenangan dan kebahagiaan abadi, yang membuat mereka lebih memilih mati untuk mendapatkannya. Bahkan banyak diantara mereka yang akan terjun dari dinding yang tinggi yang akan menghancurkan kepala mereka dan membuat mereka mati dengan cara yang amat mengerikan, hanya dengan aba-aba anggukan kepala atau perintahnya. Ketika beberapa diantara mereka lebih memilih mati dengan cara ini —membunuh seseorang dengan keahliannya dan kemudian mereka akan membunuh diri mereka hingga sekarat dalam keberkatan—, sang mahaguru memberikan mereka belati yang disiapkan secara khusus untuk prosesi ini, dan kemudian dia memberi semacam obat yang dapat membuat mereka mabuk serta lupa, kemudian mereka ditunjukkan, dengan magisnya, pada mimpi-mimpi yang fantastis, penuh kesenangan, atau semacam itu. Tidak hanya berhenti di situ saja, sang mahaguru menjanjikan bahwa mereka akan menikmati kebahagiaan seperti itu selamanya sebagai balasan perbuatan yang telah mereka lakukan” (Bernard Lewis, 1967: 4).

Gambaran yang dideskripsikan oleh Lewis di atas sangat menarik, karena hal seperti ini pula sebenarnya yang memacu seseorang untuk melaksanakan jihad fi sabilillah dengan mengangkat pedang. Penjelasan mengenai surga —sebagaimana yang digambarkan dalam al-Qur’an— yang di dalamnya terdapat sungai anggur, madu, dan susu, perempuan-perempuan cantik, serta kebun-kebun yang belum pernah dilihat di mata disuguhkan secara konkrit oleh sang mahaguru, sehingga pemuda yang disiapkan menjadi hasyasyin benar-benar percaya dan tidak memiliki alasan untuk tidak percaya bahwa itulah surga. Dan memang pada masa perang salib, hal ini memberikan kesan yang mendalam mengenai taktik dan strategi hasyasyin dalam meneror dan membunuh target-target yang menjadi korbannya. Dan tidak itu saja, Lewis mensinyalir bahwa hasyasyin juga sering disewa oleh orang-orang Barat untuk membunuh musuh-musuhnya.

Dalam setiap pembunuhan yang mereka lakukan, baik di persia maupun di Syiria, para Hasyasyin selalu menggunakan belati; tidak pernah memakai racun atau peluru meskipun dalam banyak kesempatan hal itu akan membuat pembunuhan menjadi lebih mudah dan lebih aman. Menurut Lewis, seorang Hasyasyin hampir pasti selalu tertangkap, dan biasanya mereka memang tidak berusaha melarikan diri; bahkan ada anggapan bahwa selamat setelah melaksanakan tugas merupakan suatu hal yang memalukan. Seorang pengarang Barat abad XII mengatakan: “ketika kemudian ada beberapa orang di antara mereka yang memilih mati dengan cara ini… dia sendiri (baca: sang ketua) akan memberi mereka pisau yang menurutnya memang disiapkan untuk itu…”(Bernard Lewis, 1967: 47). Hal ini dikarenakan sang hasyasyin benar-benar mengharapkan surga.
Peran Rahasia Assassins Pada Perang Salib

Penulisan sejarah tentang Perang Salib sampai hari ini masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Salah satunya tentang peranan kaum Hashyashyin, sebuah sekte (ordo) khusus pembunuh dari kelompok Ismailiyah-Qaramithah, salah satu cabang dari kelompok Syiah di bawah Dinasti Fathimiyah.

Konon, Hashyashyin ini merupakan “guru” dari Knights Templar yang dibentuk oleh Ordo Sion di tahun 1118 Masehi. Keduanya—Hashyashyin maupun Templar-memiliki banyak kemiripan. Mulai dari struktur organisasi, pembangkangan terhadap agama (bid’ah) dan bahkan dianggap agnostik (tidak meyakini agama apapun kecuali doktrin pemimpinnya), kepandaiannya dalam berperang, membunuh, serta keterampilan dalam hal pengunaan racun, serta adanya ritual-ritual khusus yang penuh dengan warna mistis-paganistik.

Bahkan banyak penulis sejarawan modern menganggap Sekte Syiah Qaramithah—asal muasal gerakan Assassins—sebagai kelompok Bolsyewisme-Islam atau cenderung komunistis. Pendiri sekte ini bernama Hamdan al-Qarmath, seorang Irak yang gemar pada ilmu-ilmu perbintangan dan kebatinan, mirip dengan pengikut Kabbalah (Hitti, History of the Arabs: From the Earliest Times to the Present, 2002).

Templar sendiri sesungguhnya pengikut Kabbalah, walau mereka mengaku sebagai pemeluk Kristen pada awalnya.

Sebab itu, banyak sejarawan Barat yang menuding di antara kedua sekte khusus pencabut nyawa ini sesungguhnya terjalin satu kerjasama dalam bentuk yang tersembunyi. Salah satu yang memunculkan dugaan ini adalah Prof. Carole Hillenbrand, Guu Besar Studi Islam dan Bahasa Arab University Edinburgh, Skotlandia. Skotlandia sendiri dikenal sebagai wilayah basis dari Freemasonry yang lahir di darah ini selepas penumpasan Templar oleh Raja Perancis, King Philipe le Bel, yang dibantu Paus Clement V di tahun 1307 M.
Profesor Hillenbrand dalam bukunya “The Crusade, Islamic Perspective” (1999) menulis bahwa setahun sebelum pasukan salib gelombang pertama yang dikomandani Godfroi de Bouillon tiba di pintu Yerusalem di tahun 1099 dan merebutnya, Yerusalem diserang oleh pasukan dari Dinasti Fathimiyah-Syiah yang berpusat di Mesir dan merebutnya dari tangan kekuasaan Dinasti Abbasiyyah yang beraliran Sunni.

Jadi, ketika pasukannya Godfroi tiba di pintu kota Yerusalem, kota suci itu sebenarnya telah berada di bawah kekuasaan Bani Fathimiyah. Atas kejadian ini, Hillebrand mempertanyakan tidak adanya catatan khusus dari para sejarawan Muslim. “Serangan tiba-tiba yang dilakukan al-Afdhal (Wazir dari Dinasti Fathimiyah Mesir) ke Yerusalem, dengan waktu yang amat tepat, memerlukan penjelasan yang belum diberikan para sarjana Islam. Mengapa al-Afdhal melakukan serangan ini? Apakah karena ia telah tahu lebih dulu soal rencana para Tentara Salib? Bila demikian, apakah ia merebut Yerusalem untuk kepentingan Tentara Salib, yang sebelumnya telah menjalin aliansi dengannya?” tulis Hillebrand.

Salah satu hipotesis yang dikemukakan peraih The King Faisal International Prize for Islamic Studies ini adalah, bahwa pasukannya al-Afdhal telah dikhianati oleh Godfroi de Bouillon, karena sesungguhnya Kaisar Byzantium—Kristen Timur yang bertentangan secara ideologi dengan Kristen Barat yang mengirimkan Tentara Salib—telah memberitahu al-Afdhal bahwa pasukan Salib Kristen Barat akan segera tiba di Yerusalem. Pemberitahuan ini diberikan Kaisar Byzantium tidak lama berselang setelah Konsili Clermont usai.

Bisa jadi, demikian Hillebrand, al-Afdhal menginvasi Yerusalem agar Godfroi menahan pasukannya dan bisa berbagi kekuasaan, karena al-Afdhal mengira Tentara Salib atau ‘Bangsa Frank’ menurut Hillenbrand bisa dijadikan sekutu yang baik menghadapi Muslim Sunni. Namun yang terjadi tidak demikian. “Tentara Salib hendak menguasai Yerusalem untuk dirinya sendiri, ” tulisnya. Lantas di mana peranan Assassins dalam hal ini?
Peran Tersembunyi Assassins

Menjelang Perang Salib pertama, dunia Barat dan Timur masing-masing mengalami perpecahan (schisma) yang hebat. Dunia Barat setidaknya menjadi dua kekuatan besar: Kristen Timur yang berpusat di Byzantium dan Kristen Barat yang berpusat di Roma. Secara diam-diam, Sekte Gereja Yohanit yang sesungguhnya agnostik-paganistik menyusup ke Vatikan dan menyusun kekuatannya. Di sisi lain Dunia Islam juga terbagi menjadi dua kekuatan besar yang juga saling memusuhi yakni Kekhalifahan Abbasiyah yang sunni dan Kekhalifahan Fathimiyah yang syiah yang berpusat di Mesir.

Carole Hillenbrand menulis, “Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, sejak 1092 M, terjadi rentetan pembersihan semua pemimpin politik terkemuka Dunia Islam dari Mesir hingga ke timur. Tahun 1092, seorang menteri terkemuka Dinasti Seljuk sunni bernama Nizam al-Mulk terbunuh (belakangan diketahui Assassins-lah yang melakukan itu). ”

Tiga bulan kemudian, Sultan Maliksyah, sultan ketiga Seljuk yang telah berkuasa dengan gemilang selama duapuluh tahun juga meninggal dengan sebab-sebab yang mencurigakan. Kuat dugaan ia juga telah diracun Assassins. Tak lama kemudian, permaisuri dan cucu-cucunya pun meninggal dengan cara yang tak lazim. Para sejarawan Islam memandang tahun 1092 M sebagai “Tahun Kematian”.

Apalagi dengan peristiwa meninggalnya Khalifah Fathimiyah Syiah di Mesir, al-Muntanshir, musuh besar Seljuk, yang juga terjadi pada tahun itu. Dua tahun kemudian, 1094, Khalifah Abbasiyah alMuqtadhi juga meninggal.
Rentetan perubahan yang berjalan amat cepat ini oleh Hillenbrand disamakan dengan terjadinya Perestroika di Uni Soviet yang mengakibatkan kehancuran dan perpecahan. Berbagai sekte dan negara kecil-kecil memisahkan diri dan menjadi kekuatannya masing-masing. Dunia Islam menjelang Konsili Clermont di tahun 1096 sudah berubah menjadi dunia yang penuh kekacauan dan anarki.

Hillenbrand mengajukan pertanyaan: “Momentum ini bagi pasukan Salib sungguh menguntungkan. Apakah saat itu pasukan Salib telah diberitahu bahwa saat itu merupakan momentum yang sangat bagus untuk menyerang Yerusalem?”

Jika di balik, pertanyaan Hillenbrand sebenarnya bisa lebih menukik, seperti: “Adakah kekacauan di Dunia Islam ini telah diatur? Assassins bertugas menimbulkan perpecahan di kalangan Islam dengan melakukan serangkaian pembunuhan di berbagai dinasti Islam yang kuat, dan di lain sisi Ordo Yohanit (Peter The Hermit dan Godfroi de Bouillon sebagai dua tokohnya) di saat yang sama menyusup ke Vatikan dan memprovokasi Paus agar mengobarkan Perang Salib untuk merebut Yerusalem.

Apalagi sejarah mencatat bahwa hanya setahun sebelum pasukan Salib tiba di depan gerbang Yerusalem, kota suci itu telah jatuh ke tangan Dinasti Fathimiyah. Adakah ini merupakan persekongkolan antara Assassins dengan Ordo Yohanit di mana keduanya memang diketahui cenderung kepada ilmu-ilmu ramalan, perbintangan, sihir, dan sebagainya yang menjurus pada ajaran Kabbalah.

Dengan kata lain, adalah semua kejadian besar itu merupakan hasil konspirasi yang dilakukan Ordo Kabbalah dengan pembagian kerja: Assassins bekerja di Dunia Islam, sedangkan Yohanit (Ordo Sion dan kemudian Templar) bekerja di Dunia Kristen ?

Bukan rahasia umum lagi bila Assassins dan Templar di kemudian hari benar-benar melakukan kerjasama. Templar sering mengorder Assassins untuk membunuh musuh-musuh politiknya. Salah satu korban dari Assassins adalah Richard The Lion Heart. Salahuddin al-Ayyubi sendiri pernah menerima terror dari Assassins.

Suatu pagi, Salahuddin terbangun dari tidur di dalam tendanya dan menemukan sepotong kue yang telah diracun di atas dadanya dengan tulisan, “Anda berada dalam kekuasaan kami. ” Sejak itu Salahudin makin yakin bahwa dia tidak bisa meremehkan Assassins. Dan hal ini terbukti kemudian, setelah membebaskan Yerusalem, Salahudin terus melakukan pembebasan hingga ke Benteng Alamut, markas besar Assassins di Persia, sebelum akhirnya ke Mesir untuk melakukan pembersihan terhadap sekte Syiah.

Ditumpas Shalahuddin al-Ayyubi dan Mongol

Selain Tentara Salib dengan Ksatria Templar dan Hospitaller-nya, pasukan Shalahuddin Al-Ayyubi juga harus menghadapi kelompok Assassins. Shalahuddin tidak bisa melupakan bagaimana Assassins pernah mengancam dirinya dengan menaruh kue beracun di atas dadanya saat dia tengah tertidur. Sebab itu, setelah membebaskan Yerusalem dengan mengalahkan Tentara Salib di tahun 1187, Shalahuddin tidak berhenti. Panglima pasukan Islam itu terus menyusuri ke utara, membebaskan daerah-daerah lainnya hingga mengejar kaum Assassins hingga ke Benteng Alamut.
Para pembunuh itu dibasmi total oleh Kekaisaran Mongol dalam invasi di Khwarizm. Para Assassin mungkin mengirim pembunuh mereka untuk membunuh Mongke Khan. Akhirnya surat perintah diserahkan kepada komandan Mongol Kitbuqa yang kemudian memulai beberapa serangan terhadap benteng Hashshashin di 1253,  dilanjutkan oleh Hulagu Khan di 1256.  Mongol memporak porandakan  Alamut pada 15 Desember 1256. Para Assassin ini masih kembali dan mengadakan kegiatan di Alamut selama beberapa bulan pada 1275, tapi setelah itu mereka lenyap dan kekuasaan politik mereka hilang selamanya.

Pasca serangan yang dilakukan pasukan Shalahuddin, kemudian dilanjutkan oleh pasukan Mongol, kelompok Assassins menyebar ke berbagai wilayah, utamanya Lebanon, Persia, dan Suriah. Bertahun-tahun kemudian, kelompok ini tidak lagi terdengar dan istilah “Asassins” telah mengalami perubahan makna menjadi “Pembunuh Bayaran”. Dalam budaya modern, istilah ini diangkat menjadi tema dalam novel-novel dan layar perak.

Dalam kancah konflik di dunia Arab, anak-keturunan kelompok ini dikenal sebagai kaum Druze, suatu kelompok pro-komunis di Lebanon dan Suriah. Namun beberapa kelompok kecil masih bertahan hingga kini di sekitar wilayah tersebut.
Jejak-Jejak Hasyasyin Saat Ini (Abad XIX-XX)

Lewis dalam buku Assassins mengungkapkan bahwa pada 1833, dalam Journal of The Royal Geographical Society, seorang pegawai British yang dikenal dengan Colonel W. Monteith dalam perjalanannya telah sampai pada pintu masuk lembah Alamut, tetapi belum benar-benar sampai atau mengenali istana tersebut. Lebih jauh dia menuliskan bahwa hal ini kemudian berhasil dilakukan oleh seorang saudara W. Monteith, Lieutenant Colonel (sir) Justin Sheil, yang laporannya diterbitkan pada jurnal yang sama tahun 1838. Seorang pegawai British yang ketiga yang bernama Stewart mengunjungi istana tersebut beberapa tahun kemudian. Setelah itu, baru satu abad kemudian penelitian mengenai Alamut dimulai lagi.
Data ini kemudian Lewis perkuat dengan mengatakan bahwa, pada 1811, Rousseau, konsul dari Aleppo, dalam sebuah perjalanan ke Persia menyelidiki pengikut Ismailiyah dan kaget saat mengetahui bahwa di kota tersebut masih banyak yang masih setia pada seorang imam yang bergaris keturunan Ismail. Nama imam tersebut adalah Shah Khalilullah, ia tinggal di sebuah desa yang bernama Kehk, dekat Qumm, yang terletak diantara Tehran dan Isfahan. Menurut Rousseau, Shah Khalilullah hampir dianggap sebagai tuhan oleh para pengikutnya, dan dianggap memiliki mu’jizat, dan mereka terus menerus mempersembahkan harta kekayaan dari harta benda milik mereka dan seringkali mereka menjulukinya sebagai khalifah. Bahkan banyak pengikut Ismailiyah yang berada di India, mereka secara reguler datang ke Kehk melalui pinggiran sungai Gangga dan Indus untuk menerima berkah dari imam mereka, sebagai balasan kebaikan dan sumbangan mereka (Bernard Lewis, 1967: 14).

Pada tahun 1825 seorang pelancong Inggris, J.B. Fraser mengkonfirmasikan keberadaan pengikut Ismailiyah di Persia dan ketaatan mereka kepada para pemimpinnya, meski mereka tidak lagi mempraktekkan pembunuhan dengan perintah para pemimpinnya; namun hingga saat ini Shah atau pemimpin sekte tersebut dipuja secara membabi buta oleh para pengikutnya yang masih tersisa, meskipun kegiatannya benar-benar sudah berbeda dengan karakter sekte pada awalnya. Ada juga beberapa pengikut sekte ini yang bertempat tinggal di India, yang masih setia pada pemimpinnya. Pemimpin yang dahulu, Shah Khalilullah telah terbunuh di Yazd beberapa tahun sebelumnya (tahun 1817), oleh para pemberontak yang melawan gubernur. Dia kemudian digantikan –dalam kapasitas keagamaannya— oleh salah seorang anaknya yang mendapatkan penghormatan serupa dari sekte tersebut.

Catatan Yang Hilang
Sampai hari ini, sejarawan masih bersilang pendapat soal hubungan antara Sekte Assassins dengan Ksatria Templar (dan Ordo Sion tentunya). Carolle Hillebrand dalam karyanya yang mendapat penghargaan dari King Faisal termasuk yang percaya bahwa di bawah permukaan, di masa sebelum dan sesudah Perang Salib, antara kedua kelompok ini sebenarnya terdapat kerjasama yang unik. Keduanya memiliki kemiripan di dalam memahami kitab suci agamanya masing-masing. Baik Templar maupun Assassins dituduh telah melakukan heresy atau bid’ah, karena keduanya memahami kitab sucinya lebih dari sekadar apa yang tertulis dan meyakini ada pesan-pesan tidak tertulis di dalam teks-teksnya. Kalangan sejarawan menyebut mereka berdua sebagai kelompok esoteris. Sebab itu, ritual-ritual keagamaan keduanya pun mirip.

Sebagai penutup, kami tampilkan videoclip tentang badai fitnah yang melanda umat Islam sepeninggal Rasulullah. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua.

Referensi :
Rizki Ridyasmara: khai79.blogspot.com
hasbee.wordpress.com
http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000003543800/-
Ajid Thahir, Perkembangan Peradaban Di Kawasan Dunia Islam, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004.
Bosworth, The Islamic Dynasties, terjemah: Ilyas Hasan, Bandung: Mizan, 1993.
Bernard Lewis, The Assassins: Radical Sect In Islam, London: Al Saqi Books. 1967.
Edward Burman, The Assassins: Holy Killers of Islam, Ed. Crucible, Wellingborough, 1987,
Edward W. Said, Orientalism, New York: Vintage Books, 1978.
Michel Foucault, Power/Knowledge, New York: Pantheon Books, 1980.
Philip K. Hitti, The History of Arabs, Jakarta: Serambi, 2010










10 Apr 2015

0 Dialog Tentang Alkitab Kristiani


Baru-baru ini, saya tanpa sengaja terlibat diskusi dengan umat kristen di sebuah video Youtube yang berjudul "Bambang Noorsena - Penyaliban Yesus Kristus".

Dilatar belakangi dari komentar negatif seorang pengunjung yang cukup menggelitik dan membuat saya tidak bisa menahan diri dari tidak mengomentari, Sejujurnya, saya biasanya enggan untuk berdebat dengan pemeluk agama lain. Tapi sudahlah, mudah-mudahan tulisan saya bisa menjadi jalan bagi mereka untuk berpikir dan akhirnya menyadari kebenaran.

Bagi umat islam, mudah2an tulisan ini bisa membuat kita makin bijak dalam menyikapi perbedaan. Bahwa kebanyakan mereka yang mencerca dan menghujat islam, disebabkan karena mereka tidak mengetahui kebenaran.

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS. 16:125)

Tulisan ini saya copy paste dari : SUMBER

Komentar : hangky nusa
kadang bingung,, knp kisah yesus/isa al masih..yang ada di alkitab injil, bisa ada jg di al quran.. bahkan sebagian nabinya jg sama... dan itu ga bisa di bantah,, cuma ada yang berbada,, kisah nabi muhammad kenapa tidak ada di injil kalo muhamad itu adalah nabi terakhir?  

sebelum ada al Quran, jelas kitab injil itu sudah ada terlebih dahulu, lebih lama jaman yesus jg, dibanding jaman nabi muhammad.. bahkan antara jaman yesus/isa al masih dengan jaman nabi muhammad beda 600 tahun lebih versi islam.. saya tak mau menuduh tapi saya mencurigai,, mungkinkah jaman nabi muhamad, al Quran itu ditulis, sebagian ayat2nya diambil dari alkitab injil oleh orang arab.. dengan versi bahasa arab jg, karna ayat2 alkitab jelas 5 kali lipat lebih banyak dari al Quran,, ayat2 al kitab injil 31 ribu lebih sedangkan al Quran 6.666 ayat..

sudah ayat beda banyak dan beda jaman jg.. jadi saya mencurigai tanpa menuduh,, kalo jaman nabi muhamad, kitab al quran itu menyimpang dari kebenaran tapi kitab injil lah yg benar,, makanya kadang bingung di al Quran muhammad utusan allah ,, karna di injil tidak ada,,

mantan guru al Quran saefudin ibrahim mengatakan,, tak ada keturunan nabi dari arab,, semua nabi dari israel..dan menurut beliau muhammad nabi palsu makanya dia pindah keyakinan dari islam jadi kristen.. karna AL Quran menyimpang dari ktab yg asli yaitu kitab injil,, nabinya poligami ampe 11 kali gimana umatnya ga poligami,,

makanya byk ustad poligami jg, yg menurut saya poligami bentuk ketidak adilan buat kaum hawa,, penjajahan buat kaum wanita tak ada keadilan buat wanita di agama islam,, sekarang byk pake modus nolong janda tapi enehnya yg dicari yg cantik,, janda byk karna agama islam jg ,,macem2 ditalak akhirnya islam jg yang buat banyak janda,,

sedangkan di kristen mana ada kata cerai, cerai dilarang keras.. wanita dimuliakan,,kalo ga mati ga boleh cerai,, apa yg disatukan tuhan ga boleh dipisahkan manusia kecuali kematian karna kematian yg pisahkan bukan manusia tapi tuhan.. makanya liat aja islam jadi kacau,, ga manusia biasa ga ustad pada poligami,, karna di Al Qurannya gitu,, islam jadi banyak permusuhan,,

byk aliran islam jg yang saling bentrok,, saling bunuh sesama islam,, ada jg jadi teroris dengan nama allah hu akbar.. islam sembahyang minta petunjuk dan minta pertolongan allah tapi disisi lain islam seolah pembala allah.. allah yang menolong manusia koq dirubah,, seolah allah butuh dibela kaya fpi, emang allah islam lemah.. seharusnya allah itu kuat,, ga butuh bantuan manusia,,

Komentar : Ireng Tgp
ya itulah islam

Penulis 4 gospel identitasnya tidak jelas, dan bukan injil yg dibawa Yesus. Gimana mungkin anda percaya imajinasi orang2 yg identitasnya ga jelas?

Komentar : Ireng Tgp
1.  Gak jelas kan menurut kamu.
2.  Mohamad aja nyontek kitab Injil n taurat.
3.  Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.( Yunus:94 )
Bukan nyontek. Tapi diwahyukan oleh Tuhan yang sama dengan yg mewahyukan nabi2 sebelumnya. Banyak bukti koq klo identitas sumber alkitab kristen skrg ga jelas.

Komentar : Ireng Tgp
Alkitab sudah beredar 6 abad...bahkan isteri pertama mohamad adalah kristen.. 

Kalau memang Al Qur'an hasil contekan dari Alkitab kristen dan wahyudi, tentu Muhammad akan menganggap dirinya anak Allah sebagaimana para santo2 palsu kalian. Dan Al Qur'an pasti akan berfokus pada penuturan kehidupan Muhammad seperti alkitab bertutur tentang yesus dari sudut pandang saksi yg identitasnya tidak jelas.

Komentar : hangky nusa
lah buktinya tentang yesus/ isa al masih ada di al quran. sedangkan muhamad ga ada di injil..  namanya manusia kalo kerasukan setan bisa aja.. bikin penyimpangan dari kebenaran,, alkitab dipalsukan ama alkitab versi barnabas yg menyimpang,, bisa aja alkitab dipalsukan jg sama muhammad,, versi bahasa arab dan muhammad ngaku nabi, sementara semua nabi dari israel koq cuma muhammad yg satu2nya ngaku nabi  dari arab,, al quran dan islam khan agama baru... 

Yesus, moses, david, abraham, ada di Al Qur'an, karena memang diutus oleh Tuhan yang sama, dengan misi yang sama, yaitu menegaskan bahwa hanya ada SATU Tuhan seluruh alam.

Nabi2 non israel juga ada di Qur'an, yang nama2nya tidak ada di alkitab. Contoh, nabi Hudd (Bangsa Tsamud), Shalih (Bangsa Aad). Yang tercatat di alkitab jg ada, contoh Syu'aib (Bangsa Median), Luth (Bangsa Babilonia), Abraham (Babilonia), Nuh (Mesopotamia).

Allah berfirman dalam AlQur'an, menyebutkan nama2 nabi israel untuk mengkonfirmasi dan verifikasi, bahwa mereka benar utusan yang resmi. Dan bebas dari segala fitnah cabul dan keji, yang dipropagandakan penulis2 kitab yg identitasnya ga jelas.

So, israel tidak se spesial yg anda pikirkan. Mereka berulangkali dikirim utusan karena kasih sayang Allah yg tidak ingin anak cucu Abraham menjadi sesat. 

Tapi Allah juga mengkonfirmasi janji yg sebenarnya terhadap Abraham, yaitu : "janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang yang zalim".

Menurut anda, orang2 israel yang memburu dan menyakiti yesus termasuk di dalam janji yg mana? Kenapa pula anda begitu memuja israel padahal anda hanya dianggap anjing oleh mereka?

Komentar : hangky nusa
Tuhan yesus datang ke yahudi, dan dia sempat mengakui tuhan tapi diusir ama orang yahudi,, siapa jg yg puja orang israel,, orang cuma bilang semua nabi ga ada dari arab  cuma dari israel.. malah bilang saya  puja israel.. saya puja tuhan yesus, iya,, isrel byk yahudi jahat , idih amit2 wkwkwkwk 

Apapun yg km katakan, semua itu batal demi hukum. Karena identitas para saksi sebagai narasumber alkitab yg memuat berita itu tidak jelas, dan tidak bisa ditelusuri.

Komentar : hangky nusa
kaya kasus kriminal aja pake hukum sama saksi.. liat bukti nyata aja se bro dijaman sekarang,, kristen begitu damai disemua negara,, mereka berlomba2 mencari tuhan,, sementara islam alirannya cuma bisa jadi teroris seperti al Quda, isis yg baru2 ini begitu sadiz membunuh manusia seperti hewan sesama islam saling membunuh.. dari situ km bisa menilai mengapa bisa demikian??????,,
 agama manakah yg dikutuk dan agama mana yg dikasihi sang pencipta langit dan bumi.. jadi tak perlu diperdebatkan,, karna kita sama2 lahir mengikuti agama dari keluarga kita masing2,, benar atau salah agama yg kita anut renungkan aja sendiri,, jgn sampai menyesal setelah kita ga masuk surga.. karna menyesal itu percuma,, nasi udah jadi bubur...

Ane setuju, perbuatan ISIS jahat dan menyalahi banyak hukum perang dalam agama islam. Para ulama pun mengutuk tindakan mereka.

Tapi, siapa bilang umat kristen cinta damai? Sepanjang sejarah banyak genocida dan peperangan yang dilakukan negara2 penganut kristen. Contoh Inquisition, genosida suku indian, suku aborigin, perbudakan kaum negro yang tidak berprikemanusiaan. Di era modern, pembantaian etnis Bosnia, Ku Klux Klan, dan banyak lagi list nya.
Ingin tahu ajaran kitab anda tentang hukum perang? ini :

Ulangan 13:15 maka BUNUHLAH dengan mata pedang penduduk kota itu, dan TUMPASLAH dengan mata pedang kota itu SERTA SEGALA ISINYA dan HEWANNYA.

Yosua 
6:21 Mereka MENUMPAS dengan mata pedang  segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun PEREMPUAN, baik tua maupun muda, sampai kepada LEMBU, DOMBA dan KELEDAI.

Yosua 
8:24 Segera sesudah orang Israel selesai MEMBUNUH SELURUH PENDUDUK kota Ai di padang terbuka ke mana orang Israel mengejar mereka, dan orang-orang ini semuanya tewas oleh mata pedang SAMPAI ORANG YANG PENGHABISAN,...

Dan banyak lagi, tidak perlu ane copas disini semua.
Ane mengerti, faktor keluarga dalam pewarisan agama memang berperan besar. Tapi kita diberi akal budi untuk menelusuri apa yang benar2 dari Tuhan, dan apa yang dibuat2 oleh manusia. Jangan dikira mudah bagi murid2 Yesus dahulu ketika harus meninggalkan keluarganya yg tidak beriman.

Allah di dalam AlQur'an tidak memaksa anda untuk masuk islam. Yang Allah perintahkan kepada non muslim hanyalah, jangan sembah yang lain selain Dia. Dan kembalilah ke ajaran yang benar sesuai petunjuk nabinya masing2. Jangan ikuti imajinasi narasumber dan editor alkitab, yg tidak jelas identitasnya.

Sekarang ane tanya, siapakah yg anda puja2 itu. Yesus sejatikah. Atau anda hanya memuja imajinasi anda sendiri? Hati kecil anda yg bisa menjawabnya. 

Btw, akhir kata. Ini pesan Allah kepada saudara2ku non muslim. Para penganut ajaran nabi2 terdahulu yang kami hormati :

Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak mereka bersedih hati.(QS. Al-Baqarah: 62)

Adakah pesan keselamatan di alkitab anda kepada umat non kristen ataupun non yahudi?

Salam damai.


Komentar : hangky nusa
jgn liat yg terdahulu dong, emang kita tau suku indian ama bosnia agama kristen, dan jgn main comot2 ayat alkitab,, ga berlaku diayat alkitab,, karna byk perumpamaan yg harus direnungkan maksud dari ayat2 itu..kristen tuh ajarannya kita disuruh mangampuni musuhmu,, bukan darah balas darah.. ada pernyataan wafa sultan dia eks islam lagi heboh ditimur tengah..dia bilang al quran sesat,, menghancurkan peradaban manusia,,karna byknya pembunuhan,, itu terjadi karna kaum muslimin yg memulai peperangan,, dia bilang dari kecil dia belajar islam.. dalam islam kalian diajarkan untuk membenci non muslim, kalian diajarkan untuk berperang dijalan allah dan untuk membunuh atau terbunuh dalam peperangan,,itu karna nabi islam berkata: aku perintahkan untuk memerangi orang sampai mereka beriman kepada allah dan rasulnya..
jadi ketika umat muslim membagi umat manusia dalam kategori muslim dan non muslim, telah memerintahkan untuk memerangi orang lain sampai mereka masuk islam.. berarti muslimlah yg memulai bentrokan/perang ini..
dia berdebat dengan ulama ditimur tengah, dia meyakini ajaran al quran sesat, tak ada kedamaian dalam setiap umat muslim karna ajaran al quran.. dia mengatakan untuk menghentikan perang ini supaya rakyat ga menjadi korban pembunuhan, dia berkata kalo umat muslim harus meninjau kembali buku2 islami dan kurikulum mereka yg penuh perintah untuk takfir dan memerangi orang yg dianggap kafir.. sedangkan agama lain ga pernah memulai bentrokan atau menyinggung untuk mulai peperangan.. peradaban mana yg mengijinkan dia untuk memanggil orang lain, yg mereka sendiri tak pilih? kalian mau menyembah apapun bebas,, mau sembah batu terserah yg penting batu itu jgn kalian lemparkan pada orang lain.. kami emang kristen tak mencari musuh dan yg kami cari perdamaian, kami mencari keselamatan supaya masuk surga karna kita di dunia kaya ngontrak bukan drakula yg hidup ratusan tahun,, kami tidak memaksakan agama atau mengumpulkan orang supaya memeluk agama kristen,, emang mau bikin partai politik,, keputusan tetap ditangan manusia,, kami pun menghormatinya,..

Jawab : Judhazt KASKUS
Well, ane hanya menyampaikan pesan Allah, tuhan kita semua. Ada banyak realita sejarah dan dogma alkitab yg anda belum sadari. Dan ane tidak menyalahkan anda atas segala antipati anda terhadap islam.
Saran ane hanya, jika anda ingin tahu kenyataan sebenarnya tentang islam, coba kurangi menyimak media massa, dan mulailah teliti isi AlQur'an. Supaya anda adil dalam menilai. Mudah2an Tuhan menunjukkan kebenaran pada anda.

Komentar : Ireng Tgp
Agama waras itu dapat dilihat dengan mudah perilaku umatnya... Kalo umatnya melalukan kekerasan pada umat lain  atas nama agamanya... Itu sudah jelas bukan agama yg mengajarkan kebenaran.

Jawab : Judhazt KASKUS
Yeah. Seperti Paus Gregorius IX, pencetus inkuisisi misalnya? Atau anda butuh contoh yg lebih banyak lagi?

Komentar : Ireng Tgp
kenapa paus ?

Komentar : Ireng Tgp
kan kisah injil sebagian dicontek sama quran... kadang nyonteknya keliru dll ya jadi kitab berantakan.

Jawab : Judhazt KASKUS
Ya inkuisisi salah satu contoh kekerasan atas nama agama, yg anda sangka penuh kasih. Setidaknya anda berimajinasi begitu.

BTW, Pada kenyataannya antara injil satu dengan yang lain saling mencontek. Dan terjadi kontradiksi akibat tambal sulam sana sini plus penambahan imajinasi penulis. Contoh : Yesaya 37 dan 2 Raja-raja 19. Allah menurunkan AlQur'an untuk meluruskan kitab anda.

Komentar : Ireng Tgp
Kalo dalam sejarah gereja terjadi kekeliruan...kekacauan .. itu adalah ulah  manusianya. bukan kitab sucinya. Nah  setelah tokoh gereja sadar akan hal tersebut.. bahwa injil itu bukan hanya hak sebuah sekte... sekarang tak ada perselisihan yang berakhir dengan darah! (karena akan bertentangan dgn ajaran Yesus!  Sementara....sampai kapan ISLAM akan berhenti memotong leher orang kafir ( golongan yg tak sefaham ..dg aliran yg menganggap paling benar...?) .....INI TIDAK AKAN BERAKHIR SAMPAI KIAMAT...karena kitabnya mengajarkan demikian ! Alquran bukan meluruskan...mengacaukan...membuat pertumpahan darah dimana mana.. baik di indonesia..di Asia tenggara ..di timur tengah dan di seantero dunia.. Tak dapat dibantah kan ?

Jawab : Judhazt KASKUS
Benarkah? Mari kita lihat kitab suci anda. Matius 5:17 : “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk "menggenapinya".  Kata menggenapi di sini di translate secara rancu dari kata "fulfill", yang seharusnya berarti mewujudkan/memenuhi. Sekarang kita lihat contoh apa yang hendak diwujudkan/dipenuhi Yesus itu : ULANGAN 20:10-13  10. Apabila engkau mendekati sebuah kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan damai kepadanya.  11. Apabila kota itu menerima perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang ada disitu melakukan pekerjaan RODI bagi mu dan menjadi hamba kepadamu.  12. Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan perlawanan dengan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya.  13 dan setelah Tuhan, Allahmu menyerahkannya kedalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang.  Inilah perlakuan khas imperialis eropa penganut kristen terhadap penduduk jajahan yg bersedia berdamai. Yaitu memperbudak mereka ratusan tahun. Tanpa honor, tanpa bayaran, tanpa hak azasi. Samuel 15:3 "Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan padanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun PEREMPUAN, KANAK-KANAK MAUPUN ANAK-ANAK YANG MENYUSU, LEMBU maupun DOMBA, UNTA maupun KELEDAI "  Ini perlakuan khas imperialis eropa penganut kristen terhadap kaum yang lemah, seperti kaum indian, kaum aborigin, dll. Yaitu genosida terkejam sepanjang sejarah manusia. Hanya dalam waktu singkat dan efektif, jatuh korban jutaan kaum yang lemah.  Jika anda beralasan bahwa Yesus mengecam itu semua dengan ajaran tampar pipi kiri kanan, dan dia datang sebagai pembawa perdamaian, mari kita lihat pendapat beliau dalam Surat Matius : 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. 10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, 10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Jadi kenyataannya, Bible lah yang mengacaukan...membuat pertumpahan darah dimana mana.. baik di indonesia..di Asia tenggara ..di timur tengah dan di seantero dunia.. Tak dapat dibantah kan ?

Tapi maaf sekali lagi terutama kepada baginda nabi Isa as. Bukan ane bermaksud mencerca. Ane hanya berusaha menyatakan bahwa Bible sekarang sudah tidak suci.

Komentar : Ireng Tgp
MEMANG KITAB TAURAT ADA YANG DIUBAH... KAN TETAP...GAK ADA YG DIKURANGI... ( tidak sucinya bible karena apa ? ) KALO BIBLE TAK SUCI KOK GAK ADA PENDETA-BAHKAN PAUS YANG  NGANJURIN PERANG...

Jawab : Judhazt KASKUS
Baik. Jika anda memaksa ingin melihat betapa sucinya Bible, bacalah : Yehezkiel 23:1-21. Ini link nya : http://sabdaweb.sabda.org/?p=Yehezkiel+23:1-21 Itu cuma satu contoh betapa frustrasinya para penulis Bible akibat terpaksa tidak boleh menikah. 
Ane sangat tidak menganjurkan anda membacakan kitab Bible pada anak kecil. Paus ga ada yg nganjurin perang? Lalu Urbanus II bukan paus kah?

Komentar : Ireng Tgp
kalo toh dulu pausuRBANUS.. nganjurin....PERANG...(IA SALAH)... tetapi apakah YESUS NGANJURIN PERANG DAL;AM AJARANNYA ??? DAN APAKAH PAUS2 BERIKUTNYA NGANJURUIN PERANG..??? TETAPI  K Quran begitu membenci orang yg dianggap kafir dan itu ada ayatnya yang tak terhapus..... SEHINGGA MENJADI PANUTAN PARA KYAI...HABIB.. DAN TOKOH2  MONSTER.. ISLAM... ( LIHATLAH Abubakar Baasyir..bahkan tokoh2 MUI pun menganjurkan agar tak menyalami umat non islam yg merayakan haribesarnya..!!!

Jawab : Judhazt KASKUS
Redakan dulu kemarahan anda. Ane cuma memberi gambaran kalau agama apapun bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kepentingan pribadi dan melanggar hak azasi orang lain secara zalim.Masih banyak contoh yg tidak mungkin ane sebutkan satu2 di sini, dan dilakukan oleh para otoritas gereja. Pokoknya agama apapun, ketika sudah melakukan pengkhultusan, pemujaan, fanatik buta terhadap sesama manusia, maka pemeluk agama itu akan sangat mudah dikendalikan untuk kepentingan pribadi pemimpinnya. Akal mereka akan TERPENJARA dibawah mindset yg diciptakan oleh orang2 yg dikultuskan itu.. Begitu juga fenomena kultus kyai, habib, ustad, dll. Dan kalau mereka melakukan pengkhultusan dan fanatik buta, sudah pasti akhirnya tokoh2 itu atau orang2 disekitarnya akan memanfaatkan fanatisme itu untuk memenuhi kepentingan pribadinya. Sebagaimana paulus memanfaatkan nama Yesus untuk ambisinya. Islam melarang pengkhultusan dan fanatik buta terhadap mereka. Tidak cuma islam dan kristen. Semua agama, bahkan isme2 sekuler pun mengalami fenomena seperti itu. Dan mengakibatkan banyak pertumpahan darah dalam sejarah umat manusia. Tuhan mengutus para Nabi untuk membebaskan manusia dari penjara itu.  Dengan memurnikan iman hanya kepada Tuhan yang Maha ESA. Dan tidak mensekutukan Dia dengan apapun, dengan siapapun.  Menolak angan2 kosong karangan manusia yg menyatakan Dia menjelma ke dalam diri mahluk ciptaannya, atau menganggap ada sesuatu apapun dan siapapun yg setara dengan Dia, atau menganggap dia berserikat. Maka kebenaran pasti akan datang pada anda. Dan kebenaran itu akan memerdekakan anda dari penjara itu. Ane kutipkan syahadat Nasrani, silahkan anda lafalkan :"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus" (Yohanes 17:3)

Komentar : Ireng Tgp
Tuhan mau jadi berapaun adalah kuasa Tuhan. Beliau mau hadir sebagi Yesus...siapa yang bisa larang..beliau mau hadir sebagai Roh Kudus... siapa yg dapat menahan.. INI IMAN ORANG KRISTEN YANG TAK MERUGIKAN SIAPAUN...ATAU AGAMA APAPUN.. Keyakinan itu ada dasarnya  : INJIL n salah satu dari ayat2 yg menyatakan Yesus adalah Tuhan (menurut orang Kristen) Yohanes 14:10 - Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.an : (  Aku didalam Bapa dan Bapa didalam Aku ini adalah Manunggalnya Allah dan Isa..) AYAT TSB TIDAK MENAKUTKAN... TIDAK MENGERIKAN...  Yg kita tidak kehendaki adalah.... Aplikasi ayat quran yng dilakukan oleh Abubakar Baasyir, Amrozi, Imam Samudera dan Kebengisan lainnya yg sedang dilakukan oleh ISIS... yang berakibat sangat mengerikan..)

Jawab : Judhazt KASKUS
Masalahny, informasi tentang tuhan dalam kristen berasal dr narasumber yg tidak jelas identitasnya. Lalu ditulis jadi alkitab yg ribuan versi, dan dipilah pilah oleh bapa gereja ratusan tahun kemudian, sesuai aliran yg mereka anut. Belum lagi edit, revisi, penghapusan dan penambahan oleh author. Belum lagi editan oleh penerjemah. Jadi benar atau tidaknya Yesus berkata begitu sulit dipercaya. Kemungkinan besar hanya berasal dari imajinasi dr penulis alkitab itu sendiri. Siapakah yg anda puja2 itu? Yesus sejati kah? Atau anda hanya memuja imajinasi anda sendiri?

Komentar : Ireng Tgp
Kok  anda lebih pintar dari penulis yang hidup dari jaman Yesus sendiri hidup ?  anda kan diprovokasi quran yang ditulis lebih dari 600 th setelah Yesus wafat...  Kalopun anda percaya quran yg kalo cerita ttg nabi Abrham  gak lengkap..nabi Nuh gak lengkap... SILAHKAN.. gak masalah bagi orang non muslim. demikian pula kalo orang kristen meyakini kitabnya yang  jauh lebih senior dar quran..APA SALAHNYA... KAN KITAB INJIL TAK MEMBAHAYAKAN AGAMA LAIN..!

Jawab : Judhazt KASKUS
Sebenarnya sebagian besar kejanggalan alkitab ini diungkap oleh para ilmuwan kristen sendiri,  Jika saja anda hilangkan kesombongan dan prasangka buruk dari dada anda, dan meneliti ulang alkitab kristen dan islam dengan lebih obyektif dan adil, seharusnya anda akan jadi orang yg jauh lebih pintar dr saya dalam hal kristologi. Btw, tidak ada senioritas dlm kritik alkitab. Yang ada hanya murni atau tidaknya. Tapi, kalau mau tahu pendapat umat yg lebih "SENIOR" lagi silahkan tonton video ini. https://www.youtube.com/watch?v=UCUxTFt8pB0 Ok. Ini saatnya kita berpisah. Terimakasih sudah berbincang. Ane minta maaf jikalau ada tulisan ane yg tidak berkenan di hati. Lakum diinukum, waliyyadin. Salam damai.

Komentar : Ireng Tgp
KALO UMAT KRISTEN TELAH MENGUNGKAP KEJANGGALAN KITABNYA.....Mustinya gak ada lagi Kepausan Gereja Katolik yang telah berumur 2000 an tahun...Demikian pula ribuan gereja lainnya  seperti gereja protestan yang telah berkembang pesat shg jumlah umat kristen 3 milyaran di dunia.   !  Salam Damai..semoga anda tidak sepenuhnya melaksanakan ayat Quran. Karena Indonesia bisa hancur... !

Jawab : Judhazt KASKUS
Capedehhhh .....
















DOKUMENTASI :



Followers

Komentar Terkini

Make Your Own by Judhazt KASKUS
 

www.islamperspektif.blogspot.com Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates